Masa subur – Mempunyai keturunan merupakan salah satu hal yang sangat diharapkan oleh semua pasangan suami istri yang sudah menikah dan sudah lama berrumah tangga. Untuk memiliki keturunan, maka seorang perempuan perlu menjalani proses yang begitu panjang yang mana proses tersebut dinamakan kehamilan. Kehamilan sendiri merupakan salah satu proses panjang yang harus dilewati oleh ibu hamil. Di dalam kehamilan akan terjadinya pembuahan yang mana peran utamanya yaitu sel telur bertemu dengan sel sperma.

Umumnya tubuh wanita memiliki tanda sangat khas yang bisa dijadikan sebagai acuan akan hamil atau tidaknya. Penanda tersebut disebut dengan masa subur yang akan terjadi sebelum menstruasi. Masa subur sendiri merupakan rentang waktu yang sangat tepat agar terjadinya pembuahan dari sel telur dan sel sperma. Untuk mengetahui masa subur atau tidak suburnya sebenarnya cukup mudah. Namun, sayangnya banyak sekali para perempuan yang sama sekali belum mengetahui caranya.

Lalu, Apakah Masa Subur Sangat Berkaitan Dengan Siklus Haid?

Banyak sekali para perempuan yang sudah menikah sering bertanya apakah masa suburnya berkaitan dengan siklus haid? Jawabanya Ya, masa subur sangat bergantung pada siklus haid. Oleh sebab itulah mengapa masa subur setiap perempuan akan berbeda-beda dikarenakan siklus haidnya juga dipastikan akan berbeda.

Pada dasarnya siklus haid merupakan rentang jumlah hari atau waktu dari hari pertama anda hadi sampai dengan hari pertama haid untuk waktu berikutnya. Dengan menghitung siklus haid anda dapat mengetahui masa suburnya sendiri. Biasanya perempuan yang memiliki siklus haid 28 hari akan memiliki masa subur 6 hari atau 5 hari sebelum ovulasi serta sehari saat ovulasi.

Jika perempuan sedang dalam masa subur lalu melakukan hubungan seksual bersama pasangannya, kemungkinan besar peluang untuk hamil akan tinggi. Namun, yang menjadi permasalahan semua perempuan yaitu biasanya siklus haid akan berubah-berubah maka dari itu penting baginya untuk senantiasa mencatat siklus haidnya selama beberapa bulan.

Lantas, Bagaimana Cara Menghitung Masa Subur? Berikut Penjelasannya!

Setelah anda mengetahui siklus haid, tentu saja akan tidak lengkap jika anda belum mengetahui tentang cara menghitung masa subur. Saat ini memperkirakan dan menghitung masa subur seorang perempuan cukup mudah apalagi saat ini sudah didukung oleh teknologi yang canggih tentu saja akan sangat memudahkan anda untuk mengetahui masa subur.

Untuk mengetahui masa subur, anda bisa mendownload salah satu aplikasi yang di internet yang saat ini sudah cukup banyak. Namun, selain menggunakan aplikasi anda juga bisa menghitungnya sendiri dengan menggunakan rumus. Hanya saja, jika anda ingin menggunakan rumus sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu siklus haid jangka pendek dan jangka panjang selama 6 bulan terakhir apalagi jika siklus haid anda tergolong tidak teratur maka mengetahui hal ini sangatlah penting.

Misalnya jika siklus haid paling pendek selama 6 bulan terakhir adalah 27 anda bisa menguranginya dengan angka 18 yang hasilnya yaitu 9. Nah, 9 ini merupakan hari dimana anda memasuki masa subur. Lalu, bagaimana dengan akhir masa subur? Untuk mengetahui akhir dari masa subur, anda perlu mengetahui siklus haid paling panjang selama 6 bulan terakhir. Misalnya jika siklus terpanjangnya yaitu 30 maka anda bisa mengurangi 30 ini dengan angka 11. Nah, hasilnya yaitu 19 dimana 19 ini merupakan hari terakhir masa subur.

Itulah sekilas mengenai masa subur perempuan yang dihitung berdasarkan siklus haid. Semoga bermanfaat!

admin
admin@simplemondays.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *